Knowee
Questions
Features
Study Tools

. Dari 7 calon pengurus OSIS akan dipilih 3 orang masing-masing untuk menduduki jabatan ketua, sekretaris dan bendahara. Banyaknya cara pemilihan adalah …….a.35b.70c.120d.180e.210

Question

. Dari 7 calon pengurus OSIS akan dipilih 3 orang masing-masing untuk menduduki jabatan ketua, sekretaris dan bendahara. Banyaknya cara pemilihan adalah …….a.35b.70c.120d.180e.210

🧐 Not the exact question you are looking for?Go ask a question

Solution

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu menghitung banyaknya cara memilih 3 orang dari 7 calon untuk menduduki jabatan ketua, sekretaris, dan bendahara. Karena setiap jabatan berbeda, urutan pemilihan penting, sehingga kita menggunakan permutasi.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Pilih 1 orang dari 7 calon untuk menjadi ketua.
  2. Pilih 1 orang dari 6 calon yang tersisa untuk menjadi sekretaris.
  3. Pilih 1 orang dari 5 calon yang tersisa untuk menjadi bendahara.

Rumus permutasi untuk memilih 3 orang dari 7 calon adalah: P(7,3)=7×6×5 P(7, 3) = 7 \times 6 \times 5

Mari kita hitung: 7×6=42 7 \times 6 = 42 42×5=210 42 \times 5 = 210

Jadi, banyaknya cara pemilihan adalah 210.

Jawabannya adalah e. 210.

This problem has been solved

Similar Questions

Jabatan OSIS Idris Bintan memerlukan 3 pengurus inti ketua, sekretaris dan bendahara. Jika terdapat 10 calon pengurus, maka banyaknya kemungkinan susunan pengurus inti adalah

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 21 – 25.TEKS 5     Ungkapan "nasi adalah fondasi" mencerminkan pentingnya beras sebagai komoditas pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras merupakan komoditas dengan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan, yaitu 4% dari pengeluaran konsumsi makanan penduduk perkotaan dan 8% untuk penduduk pedesaan pada tahun 2021. Karena signifikansinya dalam pengeluaran rumah tangga, harga beras mempengaruhi tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Setiap perubahan harga beras tercermin dalam tingkat inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat miskin yang sebagian besar adalah konsumen bersih beras. Hal ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan cenderung menginginkan harga beras yang rendah. Di sisi lain, beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani. Kedua sisi dari cerita ini telah menjadi alasan mengapa sektor beras selalu dalam situasi buntu. Upaya untuk mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan dan adil perlu memahami kedua sisi permasalahan ini.     Sebagian besar petani beras adalah berskala kecil dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,67 hektar pada tahun 2013, di mana 14,2 juta dari 25,7 juta rumah tangga pertanian adalah petani tanpa lahan, yang menjadikan mereka konsumen neto beras jika mereka adalah petani beras. Sektor beras juga menghadapi masalah penuaan, dengan 62% petani berusia 45 tahun atau lebih.     Maraknya urbanisasi telah mendorong berubahnya fungsi lahan sawah, di mana antara tahun 2010 dan 2020 terjadi penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional, dengan kisaran penurunan antara 7% hingga 59%. Penurunan ini terjadi di beberapa daerah produsen beras utama seperti Sumatra Barat dan Jawa Barat, yang masing-masing mengalami penurunan 36% dan 22%. Penurunan luas panen ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. Secara nasional, hanya tujuh provinsi yang mengalami peningkatan luas panen beras. Sebagian produsen utama beras mengalami tren yang stagnan, sementara produsen utama lainnya justru mengalami penurunan produktivitas seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, Hasilnya, produksi beras nasional turun dari 66 juta ton menjadi 55 juta ton di tengah pertumbuhan populasi Indonesia.     Selain penurunan luas panen, beras juga menghadapi tantangan dari perubahan iklim. Beras juga merupakan salah satu komoditas yang paling intensif air (Oxfam, 2016) yang membuatnya lebih rentan menghadapi perubahan iklim. Produksi beras juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi karbon, terutama metana (World Bank, 2022), Oleh karena itu, target Indonesia untuk mengurangi jejak karbon juga mencakup mencakup sektor beras. Dengan karakteristik sektor beras yang berskala kecil namun merupakan tanaman pangan utama dalam negeri, segala upaya harus dilakukan dalam menjaga ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(Diadaptasi dari White Paper, (PEM, 2023).Menurut bacaan, beras menjadi sumber penghidupan rumah tangga petani karena....A.14 juta rumah tangga petani bergantung pada berasB.25,7 juta rumah tangga pertanian bergantung pada berasC.14,2 juta adalah petani tanpa lahan pertanianD.Rata-rata kepemilikan lahan adalah 0,67 hektareE.Kenaikan harga beras meningkatkan kesejahteraan Soal SebelumnyaRagu RaguSoal Selanjutnya 1

Dari 9 calon pemain bulu tangkis nasional dipilih 4 orang pemain. Banyaknya cara pemilihan jika ada satu orang yang sudah pasti terpilih adalah ……. cara.a.36b.56c.24d.126e.70

Opsi yang dapat dilakukan untuk menekan keparahan adalah pengalihan risiko kepihak lain, sehingga beban risiko perusahaan menurun. Merupakan suatu cara penedalian risiko K3 dengan cara menekan severty yaitu?Pilih salah satu:a. Separasib. Mengurangi paparanc. Isolasid. Pengalihan kontake. Tangap darurat

Sebuah kegiatan yang dilakukan beberapa orang untuk tujuan bersama merupakan pengertian dari ….Soal 7JawabanA.seorang diriB.terus terangC.kerja samaD.beramai-ramai

1/3

Upgrade your grade with Knowee

Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.