Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 21 – 25.TEKS 5 Ungkapan "nasi adalah fondasi" mencerminkan pentingnya beras sebagai komoditas pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras merupakan komoditas dengan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan, yaitu 4% dari pengeluaran konsumsi makanan penduduk perkotaan dan 8% untuk penduduk pedesaan pada tahun 2021. Karena signifikansinya dalam pengeluaran rumah tangga, harga beras mempengaruhi tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Setiap perubahan harga beras tercermin dalam tingkat inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat miskin yang sebagian besar adalah konsumen bersih beras. Hal ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan cenderung menginginkan harga beras yang rendah. Di sisi lain, beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani. Kedua sisi dari cerita ini telah menjadi alasan mengapa sektor beras selalu dalam situasi buntu. Upaya untuk mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan dan adil perlu memahami kedua sisi permasalahan ini. Sebagian besar petani beras adalah berskala kecil dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,67 hektar pada tahun 2013, di mana 14,2 juta dari 25,7 juta rumah tangga pertanian adalah petani tanpa lahan, yang menjadikan mereka konsumen neto beras jika mereka adalah petani beras. Sektor beras juga menghadapi masalah penuaan, dengan 62% petani berusia 45 tahun atau lebih. Maraknya urbanisasi telah mendorong berubahnya fungsi lahan sawah, di mana antara tahun 2010 dan 2020 terjadi penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional, dengan kisaran penurunan antara 7% hingga 59%. Penurunan ini terjadi di beberapa daerah produsen beras utama seperti Sumatra Barat dan Jawa Barat, yang masing-masing mengalami penurunan 36% dan 22%. Penurunan luas panen ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. Secara nasional, hanya tujuh provinsi yang mengalami peningkatan luas panen beras. Sebagian produsen utama beras mengalami tren yang stagnan, sementara produsen utama lainnya justru mengalami penurunan produktivitas seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, Hasilnya, produksi beras nasional turun dari 66 juta ton menjadi 55 juta ton di tengah pertumbuhan populasi Indonesia. Selain penurunan luas panen, beras juga menghadapi tantangan dari perubahan iklim. Beras juga merupakan salah satu komoditas yang paling intensif air (Oxfam, 2016) yang membuatnya lebih rentan menghadapi perubahan iklim. Produksi beras juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi karbon, terutama metana (World Bank, 2022), Oleh karena itu, target Indonesia untuk mengurangi jejak karbon juga mencakup mencakup sektor beras. Dengan karakteristik sektor beras yang berskala kecil namun merupakan tanaman pangan utama dalam negeri, segala upaya harus dilakukan dalam menjaga ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(Diadaptasi dari White Paper, (PEM, 2023).Menurut bacaan, beras menjadi sumber penghidupan rumah tangga petani karena....A.14 juta rumah tangga petani bergantung pada berasB.25,7 juta rumah tangga pertanian bergantung pada berasC.14,2 juta adalah petani tanpa lahan pertanianD.Rata-rata kepemilikan lahan adalah 0,67 hektareE.Kenaikan harga beras meningkatkan kesejahteraan Soal SebelumnyaRagu RaguSoal Selanjutnya 1
Question
Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 21 – 25.TEKS 5 Ungkapan "nasi adalah fondasi" mencerminkan pentingnya beras sebagai komoditas pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras merupakan komoditas dengan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan, yaitu 4% dari pengeluaran konsumsi makanan penduduk perkotaan dan 8% untuk penduduk pedesaan pada tahun 2021. Karena signifikansinya dalam pengeluaran rumah tangga, harga beras mempengaruhi tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Setiap perubahan harga beras tercermin dalam tingkat inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat miskin yang sebagian besar adalah konsumen bersih beras. Hal ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan cenderung menginginkan harga beras yang rendah. Di sisi lain, beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani. Kedua sisi dari cerita ini telah menjadi alasan mengapa sektor beras selalu dalam situasi buntu. Upaya untuk mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan dan adil perlu memahami kedua sisi permasalahan ini. Sebagian besar petani beras adalah berskala kecil dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,67 hektar pada tahun 2013, di mana 14,2 juta dari 25,7 juta rumah tangga pertanian adalah petani tanpa lahan, yang menjadikan mereka konsumen neto beras jika mereka adalah petani beras. Sektor beras juga menghadapi masalah penuaan, dengan 62% petani berusia 45 tahun atau lebih. Maraknya urbanisasi telah mendorong berubahnya fungsi lahan sawah, di mana antara tahun 2010 dan 2020 terjadi penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional, dengan kisaran penurunan antara 7% hingga 59%. Penurunan ini terjadi di beberapa daerah produsen beras utama seperti Sumatra Barat dan Jawa Barat, yang masing-masing mengalami penurunan 36% dan 22%. Penurunan luas panen ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. Secara nasional, hanya tujuh provinsi yang mengalami peningkatan luas panen beras. Sebagian produsen utama beras mengalami tren yang stagnan, sementara produsen utama lainnya justru mengalami penurunan produktivitas seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, Hasilnya, produksi beras nasional turun dari 66 juta ton menjadi 55 juta ton di tengah pertumbuhan populasi Indonesia. Selain penurunan luas panen, beras juga menghadapi tantangan dari perubahan iklim. Beras juga merupakan salah satu komoditas yang paling intensif air (Oxfam, 2016) yang membuatnya lebih rentan menghadapi perubahan iklim. Produksi beras juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi karbon, terutama metana (World Bank, 2022), Oleh karena itu, target Indonesia untuk mengurangi jejak karbon juga mencakup mencakup sektor beras. Dengan karakteristik sektor beras yang berskala kecil namun merupakan tanaman pangan utama dalam negeri, segala upaya harus dilakukan dalam menjaga ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(Diadaptasi dari White Paper, (PEM, 2023).Menurut bacaan, beras menjadi sumber penghidupan rumah tangga petani karena....A.14 juta rumah tangga petani bergantung pada berasB.25,7 juta rumah tangga pertanian bergantung pada berasC.14,2 juta adalah petani tanpa lahan pertanianD.Rata-rata kepemilikan lahan adalah 0,67 hektareE.Kenaikan harga beras meningkatkan kesejahteraan Soal SebelumnyaRagu RaguSoal Selanjutnya 1
Solution
Menurut bacaan, beras menjadi sumber penghidupan rumah tangga petani karena 14 juta rumah tangga petani bergantung pada beras. Jadi, jawabannya adalah A. 14 juta rumah tangga petani bergantung pada beras.
Similar Questions
Daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global sebagai dampak dari laju pertumbuhan penduduk tidak akan menjadi masalah jika penduduk memiliki ....*2 poinpendidikan setingkat sekolah menengahusaha yang relevan waktu bersaingkompetensi dalam profesinyakesempatan untuk menjadi wiraswasta
Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal!Indonesia Darurat Sampah PlastikSampah plastik selalu menjadi masalah utama dalam pencemaran lingkungan baik pencemaran tanah maupun laut. Sifat sampah plastik tidak mudah terurai, proses pengolahannya menimbulkan toksit dan bersifat karsinogenik, butuh waktu sampai ratusan tahun bila terurai secara alami.Untuk pencemaran di laut, Indonesia merupakan penghasil sampah plastik laut terbesar kedua di dunia. Penelitian dari UC Davis dan Universitas Hasanuddin yang dilakukan di pasar Paotere Makassar menunjukkan 23% sampel ikan yang diambil memiliki kandungan plastik di perutnya. Jika diolah dengan baik, sampah plastik daur ulang dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp16.379.472 per bulan dari produksi 48 ton sampah plastik.Pemerintah pusat maupun daerah melakukan berbagai upaya untuk dapat mengurangi dampak negatif sampah plastik. Seperti yang dilakukan di Bali, tepatnya Kabupaten Badung, disana dilakukan pengelohan sampah menjadi Bahan Makar Minyak (BBM). Begitu juga kota Surabaya, diluncurkan Suroboyo Bus, untuk tiketnya dapat diperoleh dengan menukarkan sampah plastik.Andrean W. Finaka. (2019). Indonesia Darurat Sampah Plastik. Diambil 15 September 2022 dari https://indonesiabaik.id/infografis/indonesia-darurat-sampah-plastik.Inti paragraf kedua teks tersebut menjelaskan …pengolahan sampah yang baikpencemaran sampah plastik di lautpenelitian mengenai sampah plastikpotensi sumber daya perikanankeuntungan penjualan sampah plastik
Pejuang Pergerakan Kemerdekaan Indonesia, Politikus, Wartawan, Aktivis, Penulis. Salah satu dari “Tiga Serangkai”. Penggagas nama “Nusantara”. Peletak dasar nasionalisme Indonesia di awal abad ke-20. Tokoh tersebut bernama ....*4 poinH.O.S. CokroaminotoDanudirja SetiabudiKi Hajar DewantaraR.M. Surjopranoto
Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 1 – 4.TEKS 1Pada suatu toko ponsel, harga resmi ponsel merek X adalah Rp. 10.000.000,00 dan toko memberi diskon 20%. Ponsel tersebut juga dapat dibeli dengan diangsur setiap bulan (dengan besar sama, mulai bulan kedua), dikenakan bunga tunggal 6 % per tahun, dan uang muka minimal 10 % dari harga resmi. Toko juga menjual antigores dengan harga Rp. 150.000,00 dan casing ponsel dengan harga Rp. 90.000,00.Untuk meningkatkan penjualan, toko menawarkan pembelian ponsel X dengan mengangsur tanpa uang muka, dengan angsuran bulan pertama, kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya berturut-turut Rp. 1.400.000,00, Rp. 1.300.000,00, Rp. 1.200.000,00, Rp. 1.100.000,00, dan seterusnya hingga nol rupiah. Harga ponsel X dengan cara pembelian tersebut dibandingkan dengan harga resmi menjadi ....A.Lebih mahal Rp. 100.000,00B.Lebih mahal Rp. 200.000,00C.Lebih mahal Rp. 300.000,00D.Lebih mahal Rp. 400.000,00E.Lebih mahal Rp. 500.000,00
Analisis KasusKasihan, Plastik dan Stik Es Krim Ditemukan di Perut Bangkai Hiu PausJembrana - Bangkai hiu paus beberapa waktu ke belakang kerap ditemui di banyak pantai Indonesia. Terbaru, ditemui bangkai hiu paus yang menyimpan plastik di dalamnya.Petugas dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI) didampingi petugas Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar telah melakukan proses nekropsi terhadap tubuh ikan hiu paus yang mati terdampar di pesisir pantai wilayah Banjar Yeh Kuning, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kamis sore (2/11/23).Saat tubuh hiu dibedah, petugas menemukan sisa makanan berupa ikan kecil, beberapa plastik kecil, hingga stik eskrim di dalam perut hiu paus tersebut. Sejumlah organ dalam juga telah diambil untuk dilakukan uji lab agar mengetahui penyebab kematiannya."Dari hasil pemeriksaan dalam, ditemukan pula sisa makanan, beberapa sampah plastik kecil, hingga stik eskrim," ungkap petugas nekropsi dari JSI, drh. Hasnaulhusna, saat dikonfirmasi detikBali.Selain pemeriksaan pada organ lambung, lanjutnya, beberapa organ lainnya juga diambil. Mulai dari isi lambung, hati hingga usus hiu paus yang memiliki panjang 5,1 meter tersebut."Selanjutnya sampel organ ini kita kirim dan dilakukan uji laboratorium. Pemeriksaan luar juga kita temukan ada bekas jeratan yang diduga jaring," kata Hasnaulhusna.Setelah dilakukan nekropsi, bangkai hiu paus yang diperkirakan memiliki berat lebih dari dua ton tersebut kemudian dikuburkan di dekat lokasi penemuan dengan bantuan alat berat."Penguburan dilakukan tak jauh dari lokasi ditemukannya hiu paus terdampar. Jadi tinggal menunggu hasil laboratorium," tandas Hasnaulhusna.Bagaimana Pancasila mempengaruhi kebijakan dan tindakan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan, sejalan dengan ideologi negara?
Upgrade your grade with Knowee
Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.