Knowee
Questions
Features
Study Tools

Zantos adalah seorang pustakawan yang sedang mengatur nomor pada sejumlah tumpukan buku. Nomor-nomor ini mewakili urutan buku di rak, dan tujuannya adalah untuk menyusunnya sedemikian rupa sehingga nomor-nomor tersebut terurut dari kecil ke besar. Proses pengaturan buku melibatkan tiga langkah: (a) mencabut satu buku, (b) menggeser beberapa buku ke kiri atau ke kanan, dan (c) memasukkan buku yang dicabut ke posisi yang seharusnya. Satu rangkaian langkah terdiri dari prosedur (a)-(b)-(c), yang dihitung sebagai 1 langkah. Berapa langkah minimal yang diperlukan apabila susunan buku awal adalah 2 6 4 5 3 7 1. (Sebagai contoh, jika susunan buku awal adalah 1 3 2 5 4, maka diperlukan minimal 2 langkah untuk menyusunnya menjadi 1 2 3 4 5).Question 9Answera.5b.4c.2d.3e.6

Question

Zantos adalah seorang pustakawan yang sedang mengatur nomor pada sejumlah tumpukan buku. Nomor-nomor ini mewakili urutan buku di rak, dan tujuannya adalah untuk menyusunnya sedemikian rupa sehingga nomor-nomor tersebut terurut dari kecil ke besar. Proses pengaturan buku melibatkan tiga langkah: (a) mencabut satu buku, (b) menggeser beberapa buku ke kiri atau ke kanan, dan (c) memasukkan buku yang dicabut ke posisi yang seharusnya. Satu rangkaian langkah terdiri dari prosedur (a)-(b)-(c), yang dihitung sebagai 1 langkah. Berapa langkah minimal yang diperlukan apabila susunan buku awal adalah 2 6 4 5 3 7 1. (Sebagai contoh, jika susunan buku awal adalah 1 3 2 5 4, maka diperlukan minimal 2 langkah untuk menyusunnya menjadi 1 2 3 4 5).Question 9Answera.5b.4c.2d.3e.6

...expand
🧐 Not the exact question you are looking for?Go ask a question

Solution

Untuk menyelesaikan masalah ini, kita perlu menggunakan algoritma penyisipan (insertion sort) untuk menghitung langkah minimal yang diperlukan untuk mengurutkan susunan buku. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Susunan awal: 2 6 4 5 3 7 1

  1. Langkah pertama:

    • Ambil buku dengan nomor 1.
    • Geser semua buku ke kanan.
    • Masukkan buku nomor 1 di posisi pertama. Susunan menjadi: 1 2 6 4 5 3 7 Langkah: 1
  2. Langkah kedua:

    • Ambil buku dengan nomor 3.
    • Geser buku 6, 4, dan 5 ke kanan.
    • Masukkan buku nomor 3 di posisi ketiga. Susunan menjadi: 1 2 3 6 4 5 7 Langkah: 2
  3. Langkah ketiga:

    • Ambil buku dengan nomor 4.
    • Geser buku 6 ke kanan.
    • Masukkan buku nomor 4 di posisi keempat. Susunan menjadi: 1 2 3 4 6 5 7 Langkah: 3
  4. Langkah keempat:

    • Ambil buku dengan nomor 5.
    • Geser buku 6 ke kanan.
    • Masukkan buku nomor 5 di posisi kelima. Susunan menjadi: 1 2 3 4 5 6 7 Langkah: 4

Jadi, langkah minimal yang diperlukan untuk mengurutkan susunan buku adalah 4 langkah.

Jawaban yang benar adalah: b. 4

This problem has been solved

Similar Questions

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 21 – 25.TEKS 5     Ungkapan "nasi adalah fondasi" mencerminkan pentingnya beras sebagai komoditas pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras merupakan komoditas dengan porsi terbesar dalam pengeluaran masyarakat untuk pangan, yaitu 4% dari pengeluaran konsumsi makanan penduduk perkotaan dan 8% untuk penduduk pedesaan pada tahun 2021. Karena signifikansinya dalam pengeluaran rumah tangga, harga beras mempengaruhi tingkat inflasi dan tingkat kemiskinan. Setiap perubahan harga beras tercermin dalam tingkat inflasi serta mengurangi daya beli masyarakat miskin yang sebagian besar adalah konsumen bersih beras. Hal ini mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan cenderung menginginkan harga beras yang rendah. Di sisi lain, beras juga menjadi sumber penghidupan 14 juta rumah tangga petani. Kedua sisi dari cerita ini telah menjadi alasan mengapa sektor beras selalu dalam situasi buntu. Upaya untuk mentransformasi sektor beras dan sektor pertanian di Indonesia menjadi pertanian yang berkelanjutan dan adil perlu memahami kedua sisi permasalahan ini.     Sebagian besar petani beras adalah berskala kecil dengan rata-rata kepemilikan lahan 0,67 hektar pada tahun 2013, di mana 14,2 juta dari 25,7 juta rumah tangga pertanian adalah petani tanpa lahan, yang menjadikan mereka konsumen neto beras jika mereka adalah petani beras. Sektor beras juga menghadapi masalah penuaan, dengan 62% petani berusia 45 tahun atau lebih.     Maraknya urbanisasi telah mendorong berubahnya fungsi lahan sawah, di mana antara tahun 2010 dan 2020 terjadi penurunan luas panen sebesar 20% secara nasional, dengan kisaran penurunan antara 7% hingga 59%. Penurunan ini terjadi di beberapa daerah produsen beras utama seperti Sumatra Barat dan Jawa Barat, yang masing-masing mengalami penurunan 36% dan 22%. Penurunan luas panen ini tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. Secara nasional, hanya tujuh provinsi yang mengalami peningkatan luas panen beras. Sebagian produsen utama beras mengalami tren yang stagnan, sementara produsen utama lainnya justru mengalami penurunan produktivitas seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, Hasilnya, produksi beras nasional turun dari 66 juta ton menjadi 55 juta ton di tengah pertumbuhan populasi Indonesia.     Selain penurunan luas panen, beras juga menghadapi tantangan dari perubahan iklim. Beras juga merupakan salah satu komoditas yang paling intensif air (Oxfam, 2016) yang membuatnya lebih rentan menghadapi perubahan iklim. Produksi beras juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi karbon, terutama metana (World Bank, 2022), Oleh karena itu, target Indonesia untuk mengurangi jejak karbon juga mencakup mencakup sektor beras. Dengan karakteristik sektor beras yang berskala kecil namun merupakan tanaman pangan utama dalam negeri, segala upaya harus dilakukan dalam menjaga ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(Diadaptasi dari White Paper, (PEM, 2023).Menurut bacaan, beras menjadi sumber penghidupan rumah tangga petani karena....A.14 juta rumah tangga petani bergantung pada berasB.25,7 juta rumah tangga pertanian bergantung pada berasC.14,2 juta adalah petani tanpa lahan pertanianD.Rata-rata kepemilikan lahan adalah 0,67 hektareE.Kenaikan harga beras meningkatkan kesejahteraan Soal SebelumnyaRagu RaguSoal Selanjutnya 1

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 1 – 5.TEKS 1     Beberapa detik setelah Sunu membuka pintu dengan kunci dari pemilik rumah, terdengar derit engsel yang sudah berkarat. Di hadapan kami terbentang sebuah ruangan yang sangat luas dengan lantai yang tampaknya tak pernah disapu berbulan-bulan; beberapa kursi kayu yang berserakan nampak lapuk busuk karena terkena bocoran air hujan di beberapa titik. Ada dua buah jendela panjang menghadap ke teras dan dua jendela pada setiap sisi kiri dinding. Sebagian besar kaca jendela itu sudah pecah. Sebelah kanan dinding juga terdiri atas satu jendela yang sudah rusak dan sia-sia. Alex yang selalu berbicara dengan kameranya mulai memotret setiap pojok, setiap jengkal lantai dengan kotoran setebal dua sentimeter, setiap pintu dan jendela yang menurut Sunu terbuat dari kayu jati itu. Aku merasa Alex memutuskan merekam sudut rumah yang menarik hatinya sebelum Gusti yang matanya juga seperti lensa itu melampauinya, Persaingan kedua mahasiswa yang bercita-cita merekam dunia ini sering merepotkan kami. Alex amat hemat dalam merekam, tapi sekali jadi; hasilnya amat jitu dan tajam. Jika Alex terlihat emosional hingga terekam pada foto-fotonya sehingga aku cenderung lebih menyukai karyanya — maka Gusti yang pendiam itu mengirim rasa misteri, berjarak dan dingin terhadap subjek yang direkamnya. Jika Alex cukup menghabiskan setengah rol film untuk satu peristiwa. Gusti bisa menggunakan beberapa rol.     Terdengar lenguhan Daniel yang mencoba menebak-nebak manusia di zaman apa yang terakhir menempati rumah itu. Mungkin zaman Belanda, katanya bersungut-sungut menjawab pertanyaannya sendiri atau mungkin zaman batu, demikian la menambahkan. Kinan asyik mengamati tembok kotor yang sudah tak jelas warnanya, atau krem atau cokelat jorok. Sunu bergumam, dan hanya aku yang bisa mengerti kata-kata yang dikeluarkan di antara sepasang bibirnya yang jarang bicara itu: Kita bisa berpatungan untuk membeli cat. Kinan seolah tak mendengar ucapan Sunu atau lenguhan Daniel yang mirip suara kerbau karena lebih sibuk mengusap-usap tembok seolah permukaan tembok kotor itu adalah hamparan kain sutera.     "Ruang besar ini bisa kita gunakan sebagai tempat diskusi. Pasang tikar saja," aku mencoba mengatasi suara gerundelan Daniel yang kini mencoba menyodok-nyodok sarang laba-laba di pojok plafon dengan menggunakan sebatang kayu yang semula tergeletak di pojok ruangan. Sunu kelihatan tak peduli komentar Daniel. Dia membuka pintu ruangan yang terletak tepat di sisi kiri belakang. Aku membuntuti Sunu dan rasanya kami sama-sama langsung tahu ruangan besar itu harus kami sulap menjadi sekretariat, tempat kami kelak melakukan kegiatan administratif untuk diskusi dan rencana gerakan. Gerakan mahasiswa Winatra sudah dideklarasikan secara serentak di beberapa kota. Kaki rasanya gatal jika kami hanya berdiskusi sepanjang abad tanpa melakukan tindakan apa pun.(Diadaptasi dari Laut Bercerita, Leila S. Chudori)Tindakan tokoh yang menggambarkan ungkapan "bercita-cita merekam dunia" adalah ...A.melakukan kegiatan pengamatan kondisi sekitar secara diam-diamB.merekam kondisi sekitar yang menghabiskan beberapa rol filmC.membayangkan merekam setiap sudut sekitar yang menarik hatinya untuk disimpanD.mendokumentasikan setiap peristiwa yang ada di sekitar secara rutinE.memotret setiap detil kondisi sekitar secara rinci dan berulang untuk mencapai kepuasan diri

Seorang murid diminta mengerjakan 8 dari 10 soal, tetapi nomor 1 sampai dengan nomor 5 harus dikerjakan. Banyaknya pilihan yang dapat diambil murid tersebut adalah

Dalam sebuah kelas terdapat 20 siswa dengan nomor presensi 1-20. Dalam kelas tersebut, terdapat pengurus kelas dengan jumlah 8 jabatan berbeda. Secara kebetulan, semua pengurus kelas terdiri dari siswa yang memiliki nomor presensi ganjil. Jika terdapat bendahara dan sekretaris , masing-masing dengan nomor presensi 11 dan 17, banyak himpunan pengurus kelas dengan jabatan yang berbeda yang mungkin adalah...

Nada sedang menjumlahkan nomor-nomor pada halaman buku miliknya mulai dari halaman 100 sampai halaman 200. Jika jumlah nomor halaman yang didapatkan Nada adalah 15.300, pernyataan berikut ini yang tepat adalah … ANada menghitung halaman 150 sebanyak dua kali.BNada menghitung halaman 100 dan 50 sebanyak duakali.CHasil perhitungan Nada sudah tepat dan tidak ada kesalahan.DHalaman 150 terlewat oleh Nada sehingga tidak masuk dalam perhitungan.EHalaman 100 dan 50 terlewat oleh Nada sehingga tidak masuk dalam perhitungan

1/3

Upgrade your grade with Knowee

Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.