Seorang laki laki, 32 tahun, dibawa oleh rekannya ke IGD RS dengan keluhan nyeri pinggang kanan setelah kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan tanda vital: TD 90/60mmHg, nadi 100x/menit, RR 22x/mnt, T 36,5oC. Didapatkan hematom pada flank kanan dan hematuria. Pada pemeriksaan CT Scan, didapatkan hasil berikut: Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah*2 pointsa. Renal injury grade 1b. Renal injury grade 2c. Renal injury grade 3d. Renal injury grade 4e. Renal injury grade 5
Question
Seorang laki laki, 32 tahun, dibawa oleh rekannya ke IGD RS dengan keluhan nyeri pinggang kanan setelah kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan tanda vital: TD 90/60mmHg, nadi 100x/menit, RR 22x/mnt, T 36,5oC. Didapatkan hematom pada flank kanan dan hematuria. Pada pemeriksaan CT Scan, didapatkan hasil berikut: Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah*2 pointsa. Renal injury grade 1b. Renal injury grade 2c. Renal injury grade 3d. Renal injury grade 4e. Renal injury grade 5
Solution
Untuk menentukan diagnosis yang tepat, kita perlu melihat hasil CT Scan yang disebutkan dalam pertanyaan. Sayangnya, hasil CT Scan tidak disertakan dalam pertanyaan. Namun, berdasarkan gejala yang disebutkan (nyeri pinggang kanan, hematom pada flank kanan, dan hematuria), kemungkinan pasien mengalami cedera ginjal.
Cedera ginjal diklasifikasikan menjadi 5 tingkat berdasarkan American Association for the Surgery of Trauma (AAST). Berikut adalah penjelasannya:
- Grade 1: Kontusio minor atau lacerasi non-penetrating tanpa urinoma
- Grade 2: Lacerasi non-penetrating atau hematoma perirenal terbatas
- Grade 3: Lacerasi (cortical) tanpa urinoma
- Grade 4: Lacerasi melibatkan korteks dan medula ginjal
- Grade 5: Lacerasi atau nekrosis ginjal yang melibatkan segmen ginjal
Tanpa hasil CT Scan, sulit untuk menentukan tingkat cedera ginjal yang tepat. Namun, berdasarkan gejala yang disebutkan, kemungkinan pasien mengalami cedera ginjal grade 2 atau lebih tinggi. Untuk diagnosis yang lebih akurat, hasil CT Scan diperlukan.
Similar Questions
Seorang laki-laki, 18 tahun, dibawa ke IGD RS setelah mengalami kecelakaan 30 menit yang lalu. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran sopor, TD 100/60 mmHg, nadi 100x/menit, RR 28x/menit, suhu 37,5oC, terlihat ada darah yang keluar dari kedua telinga, battle sign (+), halo sign (+). Apa diagnosa yang tepat untuk kasus di atas?*2 pointsa. Perdarahan subarachnoidb. Fraktur basis craniic. Fraktur zygomaticusd. Perdarahan epidurale. Fraktur calcarina
Seorang perempuan, usia 25 tahun, diantar oleh keluarganya ke IGD RS karena tidak sadarkan diri setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 3 jam SMRS. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, nadi 90 x/menit, RR 16x/menit. GCS 9. Saat diobservasi di IGD pasien membaik, GCS 15. Pasien mengeluhkan pusing dan nyeri kepala. 1 jam kemudian kesadaran pasien menurun kembali. Pemeriksaan yang tepat dilakukan pada pasien ini adalah*2 pointsa. Foto polos kepalab. Pungsi lumbalc. CT-scan kepalad. Foto torakse. MRI kepala
Seorang anak laki - laki berusia 10 tahun dirawat diruang anak, dengan keluhan lemah, bengkak pada kaki, mual dan muntah. Hasil pengkajian edema, oliguria,frekuensi nadi 88x/menit, frekuensi nafas 24 x/menit, tekanan darah 140/90 mmHg. Pada pemeriksaan laboratorium menunjukkan urea dan kreatinin meningkat. Apakah diagnosa keperawatan pada pasien diatas?Pilih salah satu:a. Resiko cederab. Perubahan proses keluargac. Kelebihan volume cairand. Resiko infeksie. Cemas
Wanita 28 tahun ke puskesmas hamil 1 bulan, nyeri perut bawah, nyeri tekan (+), Hb 8 g/dL, hipotensi, takikardia, takipneu, OUE keluar darah, nyeri goyang portio (+). Tatalaksana awal pada kasus adalah*2 pointsa. Kuretaseb. Laparotomi eksplorasic. Laparoskopid. Stabilisasi hemodinamikae. Pemberian analgetik IV
Seorang laki – laki, usia 30 tahun, datang dengan keluhan tidak bisa BAB dan buang angin sejak 3 hari yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal, perut kembung dan tidak didapatkan bising usus. Gambaran foto abdomen terlihat distensi usus halus dan usus besar disertai adanya air fluid level di rongga peritoneum. Kemungkinan diagnosis pasien adalah?*2 pointsa. Ileus obstruktif dengan asitesb. Ileus paralitik dengan asitesc. Ileus obstruktif dengan pneumoperitoneumd. Ileus paralitik dengan pneumoperitoneume. Ileus obstruktif
Upgrade your grade with Knowee
Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.