Knowee
Questions
Features
Study Tools

Lahirnya kebudayaan baru akibat meniru kebudayaan barat. Model pakaian, tradisi serta gaya Bahasa, disebabkan karena..ADistribusi penduduk yang tidak merataBMerosotnya nilai-nilai moral bangsaCMeningkatnya jumlah pendudukDMemundurnya masyarakat adatEMeningkatnya ketimpangan sosial

Question

Lahirnya kebudayaan baru akibat meniru kebudayaan barat. Model pakaian, tradisi serta gaya Bahasa, disebabkan karena..ADistribusi penduduk yang tidak merataBMerosotnya nilai-nilai moral bangsaCMeningkatnya jumlah pendudukDMemundurnya masyarakat adatEMeningkatnya ketimpangan sosial

🧐 Not the exact question you are looking for?Go ask a question

Solution

Disebabkan oleh Merosotnya nilai-nilai moral bangsa. Ketika nilai-nilai moral bangsa menurun, masyarakat cenderung meniru kebudayaan lain yang dianggap lebih modern atau lebih baik, dalam hal ini adalah kebudayaan barat. Hal ini dapat mencakup model pakaian, tradisi, dan gaya bahasa.

Similar Questions

Perpaduan dua kebudayaan berbeda yang menyatu tanpa menghilangkan ciri khas kebudayaan itu sendiri disebut…AAkulturasi BudayaBImigrasi pendudukCKontradiksiDSolidarisasi masyarakatEKalibrasi

Budaya yang dimiliki oleh daerah atau suku bangsa yang bersifat khas dan diwariskan secara turun temurun dalam ruang lingkup wilayah tersebut, merupakan pernyataan dariABudaya RohaniBBudaya LokalCBudaya SosialDBudaya IndonesiaEBudaya Nasional

Tari Kecak dari Bali sangat terkenal di kalangan turis mancanegara. Hal ini menunjukkan peran dan fungsi keragaman budaya sebagai…AMengembangkan budaya nasionalBDaya Tarik wisataCMendorong inovasi kebudayaanDInvestasi perusahaanETertanamnya sikap toleransi

Hegemoni kebudayaan dominan bisa muncul dalam area tertentu. Sikap positif yang dapat dikembangkan adalah ….Select one:a. Mengembangkan kearifan lokal sebagai potensi keunggulanb. Menyeimbangkan kebudayaan minoritas dan mayoritasc. Mengembangkan budaya minor secara totald. Berperan serta aktif dalam kegiatan budaya setempate. Menunjukan empati sosial terhadap budaya minoritas

Senyum BapakKarya Fenty Nadia Beberapa hari belakangan wajah Bapak kembali merungut. Biasanya tidak pernah absen untuk selalu bercerita tentang pekerjaanna di pabrik kue yang wanginya terus membuatnya lapar. Dirinya bercerita tentang tugasnya membungkus kue-kue manis hangat berwarna cokelat dan kejadian-kejadian seru di pabriknya. Wangi yang bisa kucium dari kemejanya saat bapak sampai di rumah.Namun, malam ini bapak tidak lagi bercerita. Wangi kue yang biasanya tercium dari bajunya berubah menjadi bau keringat. Kutatap lagi wajah kekarnya, masih pula menangkring kerutan di jidatnya.Bapak pun langsung masuk ke kamar tanpa banyak bicara. Di meja makan, Ibu terlihat mengkhawatirkan walaupun tidak ada kata-kata.***Kemarin, lagi-lagi Bapak pulang dengan wajah lelahnya. Tidak ada lagi bau manis di bajunya. Aku yang mencoba bertanya pun tidak dihiraukannya. Sedih hatiku tidak lagi mendengar cerita Bapak. Ibu hanya bisa mengusap pundakku saat mengetahui kesedihanku.Namun, tiba-tiba malam ini wajah Bapak kembali ceria. Muncul lagi gurat-gurat bahagia di wajahnya. Jika malam-malam sebelumnya dia hanya melihat sekilas, kini dia kembali mengusap kepalaku seperti dahulu saat bajunya masih tercium bau manis kue. Senyumnya kembali merekah di wajah lelahnya.Di meja makan, Bapak pun bercerita. Dia tak lagi bekerja membungkus kue, katanya. Mesin-mesin besar menggantikan tugasnya. Dia pun dipindah ke bagian pengepakan barang dengan kardus-kardus besar berwarna cokelat. Bapak yang merasa kecewa karena tugasnya yang lebih berat dari pada sebelumnya hanya bisa menggerutu dalam hati.Tugasnya kali ini adalah memindahkan kardus-kardus kue besar ke dalam gudang. Setiap hari dia harus bolak-balik puluhan kali yang menyusun kardus tersebut. Tidak lagi diciumnya kue manis yang membuatnya lapar. Kini, hanya ada bau apak kardus bercampur keringatnya. Namun, makan lama makin dirasakan nikmatnya. Tubuhnya yang dulu mudah sakit karena hanya berdiri di satu tempat saja, sekarang tidak lagi di rasa. Dengkul Bapak makin kuat, katanya. Senyum merekah di wajahnya. ”Jangan takut berubah, Man,” kata Bapak. ”Lihat Bapak. Kemarin Bapak terus ngedumel karena badan yang lelah dan bau keringat. Tapi sekarang Bapak senang karena sakit dengkul Bapak sudah tidak datang lagi,” jelasnya. Aku pun mengangguk senang. Kuingat terus dalam hati perkataan Bapak. Begitu juga senyumnya yang terus menikmati pekerjaannya.Sumber: www.pixabay.comBerdasarkan cerpen tersebut konflik yang terjadi adalah...Klik kolom BENAR untuk pernyataan yang BENAR dan klik kolom SALAH untuk pernyataan yang SALAH.Pernyataan 1: Kemarin, lagi-lagi Bapak pulang dengan wajah lelahnya. Tidak ada lagi bau manis di bajunya.  blankPernyataan 2: Di meja makan, Bapak pun bercerita. Dia tak lagi bekerja membungkus kue, katanya. Mesin-mesin besar menggantikan tugasnya.  blankPernyataan 3: Bapak yang merasa kecewa karena tugasnya yang lebih berat dari pada sebelumnya hanya bisa menggerutu dalam hati.  blankPernyataan 4: Dengkul Bapak makin kuat, katanya. Senyum merekah di wajahnya.  blankSALAH

1/3

Upgrade your grade with Knowee

Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.