Jika nomor telepon rumah di suatu kota terdiri dari 6 angka, banyaknya rumah dengan nomor telepon yang dimulai dengan angka 5 dan diakhiri bukan angka 5 adalah....
Question
Jika nomor telepon rumah di suatu kota terdiri dari 6 angka, banyaknya rumah dengan nomor telepon yang dimulai dengan angka 5 dan diakhiri bukan angka 5 adalah....
Solution
Untuk menyelesaikan masalah ini, kita perlu memahami bahwa setiap digit dalam nomor telepon 6 digit dapat berisi angka dari 0 hingga 9, yang berarti ada 10 kemungkinan untuk setiap digit.
-
Untuk digit pertama, kita tahu bahwa itu harus 5. Jadi, hanya ada 1 kemungkinan untuk digit pertama.
-
Untuk digit terakhir, kita tahu bahwa itu tidak boleh 5. Jadi, ada 9 kemungkinan untuk digit terakhir (angka 0 hingga 9, kecuali 5).
-
Untuk 4 digit lainnya (digit kedua hingga kelima), tidak ada batasan. Jadi, ada 10 kemungkinan untuk setiap digit.
Jadi, banyaknya rumah dengan nomor telepon yang dimulai dengan angka 5 dan diakhiri bukan angka 5 adalah 1 (kemungkinan untuk digit pertama) * 10^4 (kemungkinan untuk 4 digit tengah) * 9 (kemungkinan untuk digit terakhir) = 90.000 rumah.
Similar Questions
Sewaktu sambutan Hari Raya Aidilfitri yang lalu, anda telah berkesempatan untukmengunjungi rumah terbuka yang dianjurkan oleh kerajaan Malaysia. Huraikan kebaikan dan keburukan rumah terbuka itu
Dalam pemilihan siswa teladan terdapat 9 calon yaitu 5 orang putra dan 4 orang putri. Jika akan dipilih sepasang siswa teladan yang terdiri dari seorang putra dan seorang putri, maka banyaknya pasangan yang mungkin adalah ….912182036
Kalimat tepat untuk melengkapi dialog rumpang drama tersebut adalah...*5 pointsDia dokter yang bertangan dinginObatnya selalu obat warung saja.Setahu saya beliau biasa sajaDia punya apotek yang cukup besar
Baca teks karangan di bawah ini dengan teliti. Irah membuka kelopak matanya perlahan-lahan. Kesedihan jelas terpancar di wajahnya apabila memikirkan lebaran yang akan menjelang dalam beberapa hari lagi. Dapatkah dia menyambut hari raya bersama keluarganya kelak? Irah menggagahi tubuhnya turun dari katil untuk menuju ke tandas. Irah mengamati wajahnya di cermin. Sayu hatinya melihat perubahan tubuhnya. Penampilan dirinya jauh berbeza. Pipinya yang dahulu gebu dan berisi kini cengkung. Berat badannya juga susut sebanyak sepuluh kilogram. Peristiwa yang berlaku seminggu lalu bermain di kotak fikirannya. “Shah, gerai itu ada jual ayam perciklah! Sudah lama aku tidak makan ayam percik. Temankan aku,” ajak Irah sambil menarik tangan teman rapatnya itu semasa mereka berjalan-jalan di sebuah bazar makanan. “Eh, betulkah kau hendak beli dari kedai ini? Aku tengok peniaga ini tidak menjaga kebersihan. Makanan yang disediakan tidak ditutup. Kau tengok, ada lalat yang hinggap! Eh, peniaga itu tidak mencuci tangan selepas bersin! Eee... gelinya aku! Kita cari gerai lainlah,” bisik Shah di telinga Irah. “Kau ini pembersih sangatlah. Memang dasar anak emak. Seekor dua lalat tidak akan membunuh sesiapa.” Tanpa menghiraukan kata-kata Shah, Irah pun membuat pesanan. Hati Shah tersinggung dengan kata-kata Irah, tetapi dia cuba bersabar dengan rakannya itu. “Irah, kau jangan ambil ringan tentang kebersihan. Kita harus pastikan makanan kita tidak tercemar dan disediakan dalam persekitaran yang bersih. Kita boleh jatuh sakit. Ingat sebelum kena!” ujar Shah lagi. Namun Irah tetap tidak menghiraukannya. Laungan azan yang berkumandang di radio menandakan sudah tiba waktu untuk berbuka. Irah tidak sabar memakan juadah yang telah dibelinya. Sejam kemudian, perutnya terasa amat sakit. Tandas rumahnya telah dikunjunginya beberapa kali. Badannya menjadi lemah-longlai dan tidak berdaya lagi. ”Cik Irah, kami terpaksa menahan Cik di hospital kerana disyaki keracunan makanan. Tubuh Cik Irah mengalami dehidrasi dan perlu dimasukkan ubat untuk menghentikan jangkitan tersebut. Mungkin Cik Irah perlu diawasi di hospital untuk beberapa hari lagi.” Kata-kata doktor muda itu membuat Irah menitiskan air mata. Ini bererti Irah terpaksa menyambut hari raya di hospital. Dia juga memandang kantung yang berisi cecair dan tiub panjang yang tersangkut di palang tepi katilnya. Dua objek penting yang telah disambung dengan jarum dan ditusuk di tangan kirinya kini menjadi pendamping setianya semenjak dia dimasukkan ke hospital. Irah tidak lagi bebas bergerak ke sana ke mari di hospital. Pergerakannya terbatas. ”Kalaulah aku mendengar nasihat Shah, pasti aku tidak akan berada di sini. Namun, penyesalanku kini sudah terlambat,” bisik hati kecil Irah.
mana sikap yang menunjukkan tawakkal dan ridhaPernyataan 3: Kerelaan atau lapangnya hati dalam menerima dan menyikapi suatu keadaan yang menimpa diri. []Pernyataan 4: Menyerahkan dan menyandarkan harapan atas segala usaha dhohir maupun batin yang telah dilakukan kepada Allah. []
Upgrade your grade with Knowee
Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.