Hadis berikut ini "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh", dari sahabat siapa ?
Question
Hadis berikut ini "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh", dari sahabat siapa ?
Solution
Hadis tersebut diriwayatkan oleh Sahabat Abu Ayyub al-Ansari.
Similar Questions
Seorang anak memiliki beberapa gejala seperti di bawah ini:1. Sulit melihat di malam hari2. Sulit beradaptasi dari transisi intensitas cahaya terang ke gelap3. Beberapa aktivitas yang terganggu karena penglihatan kurang jelasBagian mata dan reseptor yang mengalami kerusakan pada kasus di atas adalah....(beri tanda centang (√) untuk jawaban benar)Lensa mata blankRetina blankSel batang blankSel kerucut blank
Cermati infografis dan teks berikut ini!Mengkritik Dengan Cara Apik 1. Semua orang, siapa pun, bebas menyampaikan kritik kepada pemerintah yang tengah berkuasa. Dan berlaku juga kepada siapa saja yang berkuasa, kita harus melawannya jika dia memanfaatkan tangan-tangan hukum untuk membungkam kritik.2. Kritikan memang dibutuhkan, tapi mengkritik juga butuh pengetahuan rambu-rambu hukum, yakni mengetahui dasar esensi kritik itu sendiri, karena kritik jelas berbeda dengan melecehkan.3. Kritik jelas tak sama dengan mencemarkan nama baik, menabur kebencian apalagi menghasut. Bebas melontarkan kritik tentu tak sama dengan sebebasmya mengkritik hingga melanggar pasal-pasal pidana, bahkan menghina lalu berlindung di balik kebebasan untuk mengkritik.Sumber https://indonesiabaik.id/infografis/mengkritik-dengan-cara-apikSesuai infogrfais salah satu kritik yang kita sampaikan hendaklah tidak bermuatan penghinaan terhadap seseorang atau kelompok tertentu. Jelaskan mengapa hal tersebut harus kita lakukan
Pada fase aktif proses perjalanan gangguan jiwa berlangsung berapa lama ?Pilih salah satu:a. Serangan berulangb. Berlangsung lebih dari 1 tahunc. Berlangsung 6 bulan sampai 1 tahund. Berlangsung kurang lebih 1 bulane. Berlangsung selama 2 minggu
Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 1 – 5.TEKS 1 Beberapa detik setelah Sunu membuka pintu dengan kunci dari pemilik rumah, terdengar derit engsel yang sudah berkarat. Di hadapan kami terbentang sebuah ruangan yang sangat luas dengan lantai yang tampaknya tak pernah disapu berbulan-bulan; beberapa kursi kayu yang berserakan nampak lapuk busuk karena terkena bocoran air hujan di beberapa titik. Ada dua buah jendela panjang menghadap ke teras dan dua jendela pada setiap sisi kiri dinding. Sebagian besar kaca jendela itu sudah pecah. Sebelah kanan dinding juga terdiri atas satu jendela yang sudah rusak dan sia-sia. Alex yang selalu berbicara dengan kameranya mulai memotret setiap pojok, setiap jengkal lantai dengan kotoran setebal dua sentimeter, setiap pintu dan jendela yang menurut Sunu terbuat dari kayu jati itu. Aku merasa Alex memutuskan merekam sudut rumah yang menarik hatinya sebelum Gusti yang matanya juga seperti lensa itu melampauinya, Persaingan kedua mahasiswa yang bercita-cita merekam dunia ini sering merepotkan kami. Alex amat hemat dalam merekam, tapi sekali jadi; hasilnya amat jitu dan tajam. Jika Alex terlihat emosional hingga terekam pada foto-fotonya sehingga aku cenderung lebih menyukai karyanya — maka Gusti yang pendiam itu mengirim rasa misteri, berjarak dan dingin terhadap subjek yang direkamnya. Jika Alex cukup menghabiskan setengah rol film untuk satu peristiwa. Gusti bisa menggunakan beberapa rol. Terdengar lenguhan Daniel yang mencoba menebak-nebak manusia di zaman apa yang terakhir menempati rumah itu. Mungkin zaman Belanda, katanya bersungut-sungut menjawab pertanyaannya sendiri atau mungkin zaman batu, demikian la menambahkan. Kinan asyik mengamati tembok kotor yang sudah tak jelas warnanya, atau krem atau cokelat jorok. Sunu bergumam, dan hanya aku yang bisa mengerti kata-kata yang dikeluarkan di antara sepasang bibirnya yang jarang bicara itu: Kita bisa berpatungan untuk membeli cat. Kinan seolah tak mendengar ucapan Sunu atau lenguhan Daniel yang mirip suara kerbau karena lebih sibuk mengusap-usap tembok seolah permukaan tembok kotor itu adalah hamparan kain sutera. "Ruang besar ini bisa kita gunakan sebagai tempat diskusi. Pasang tikar saja," aku mencoba mengatasi suara gerundelan Daniel yang kini mencoba menyodok-nyodok sarang laba-laba di pojok plafon dengan menggunakan sebatang kayu yang semula tergeletak di pojok ruangan. Sunu kelihatan tak peduli komentar Daniel. Dia membuka pintu ruangan yang terletak tepat di sisi kiri belakang. Aku membuntuti Sunu dan rasanya kami sama-sama langsung tahu ruangan besar itu harus kami sulap menjadi sekretariat, tempat kami kelak melakukan kegiatan administratif untuk diskusi dan rencana gerakan. Gerakan mahasiswa Winatra sudah dideklarasikan secara serentak di beberapa kota. Kaki rasanya gatal jika kami hanya berdiskusi sepanjang abad tanpa melakukan tindakan apa pun.(Diadaptasi dari Laut Bercerita, Leila S. Chudori)Tindakan tokoh yang menggambarkan ungkapan "bercita-cita merekam dunia" adalah ...A.melakukan kegiatan pengamatan kondisi sekitar secara diam-diamB.merekam kondisi sekitar yang menghabiskan beberapa rol filmC.membayangkan merekam setiap sudut sekitar yang menarik hatinya untuk disimpanD.mendokumentasikan setiap peristiwa yang ada di sekitar secara rutinE.memotret setiap detil kondisi sekitar secara rinci dan berulang untuk mencapai kepuasan diri
Beberapa detik setelah Sunu membuka pintu dengan kunci dari pemilik rumah, terdengar derit engsel yang sudah berkarat. Di hadapan kami terbentang sebuah ruangan yang sangat luas dengan lantai yang tampaknya tak pernah disapu berbulan-bulan; beberapa kursi kayu yang berserakan nampak lapuk busuk karena terkena bocoran air hujan di beberapa titik. Ada dua buah jendela panjang menghadap ke teras dan dua jendela pada setiap sisi kiri dinding. Sebagian besar kaca jendela itu sudah pecah. Sebelah kanan dinding juga terdiri atas satu jendela yang sudah rusak dan sia-sia. Alex yang selalu berbicara dengan kameranya mulai memotret setiap pojok, setiap jengkal lantai dengan kotoran setebal dua sentimeter, setiap pintu dan jendela yang menurut Sunu terbuat dari kayu jati itu. Aku merasa Alex memutuskan merekam sudut rumah yang menarik hatinya sebelum Gusti yang matanya juga seperti lensa itu melampauinya, Persaingan kedua mahasiswa yang bercita-cita merekam dunia ini sering merepotkan kami. Alex amat hemat dalam merekam, tapi sekali jadi; hasilnya amat jitu dan tajam. Jika Alex terlihat emosional hingga terekam pada foto-fotonya sehingga aku cenderung lebih menyukai karyanya — maka Gusti yang pendiam itu mengirim rasa misteri, berjarak dan dingin terhadap subjek yang direkamnya. Jika Alex cukup menghabiskan setengah rol film untuk satu peristiwa. Gusti bisa menggunakan beberapa rol. Terdengar lenguhan Daniel yang mencoba menebak-nebak manusia di zaman apa yang terakhir menempati rumah itu. Mungkin zaman Belanda, katanya bersungut-sungut menjawab pertanyaannya sendiri atau mungkin zaman batu, demikian la menambahkan. Kinan asyik mengamati tembok kotor yang sudah tak jelas warnanya, atau krem atau cokelat jorok. Sunu bergumam, dan hanya aku yang bisa mengerti kata-kata yang dikeluarkan di antara sepasang bibirnya yang jarang bicara itu: Kita bisa berpatungan untuk membeli cat. Kinan seolah tak mendengar ucapan Sunu atau lenguhan Daniel yang mirip suara kerbau karena lebih sibuk mengusap-usap tembok seolah permukaan tembok kotor itu adalah hamparan kain sutera. "Ruang besar ini bisa kita gunakan sebagai tempat diskusi. Pasang tikar saja," aku mencoba mengatasi suara gerundelan Daniel yang kini mencoba menyodok-nyodok sarang laba-laba di pojok plafon dengan menggunakan sebatang kayu yang semula tergeletak di pojok ruangan. Sunu kelihatan tak peduli komentar Daniel. Dia membuka pintu ruangan yang terletak tepat di sisi kiri belakang. Aku membuntuti Sunu dan rasanya kami sama-sama langsung tahu ruangan besar itu harus kami sulap menjadi sekretariat, tempat kami kelak melakukan kegiatan administratif untuk diskusi dan rencana gerakan. Gerakan mahasiswa Winatra sudah dideklarasikan secara serentak di beberapa kota. Kaki rasanya gatal jika kami hanya berdiskusi sepanjang abad tanpa melakukan tindakan apa pun.(Diadaptasi dari Laut Bercerita, Leila S. Chudori)Gambaran karakter tokoh aku yang sesuai dengan isi bacaan adalah…A.mudah membaca keadaan lingkungan dan sifat-sifat orang di sekelilingnya sehingga tokoh aku sangat disegani oleh kawannyaB.peduli dengan teman-temannya hingga mengetahui latar belakang, jalan pikiran, bahkan karakteristik mereka secara detailC.berkarisma dan berjiwa besar ketika mengayomi suatu perkumpulan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakatD.lebih peduli orang lain dan seringkali menjadi penengah jika terjadi suatu permasalahan di lingkup terdekatnyaE.menyukai hal-hal yang rapi, bersih, tertata, dan penuh makna terutama ketika menikmati karya-karya orang lain
Upgrade your grade with Knowee
Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.