Tadi malam aku memeluk tubuh bune Tutik. Sejak lumpuh akibat kecelakaan di Imogiri lalu, aku terbiasa dengan kesendirian. Bune Tutik, istriku telah memberikan kesetiannya yang luar biasa. Sepanjang upaya pengobatan dan penyembuhannku, ia tak pernah mengurangi cintanya. Apalagi Sabrina dan Demitrius, anak-anak kami yang bijak, yang berhasil memaknai musibah bapaknya sehingga tak ada ratap tangis. Karena itu, aku tidak takut sendirian. 22. Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan cerpen tersebut adalah... .*A. Orang pertama tunggalB. Orang pertama jamakC. Orang ketiga tunggalD. Orang ketiga jamak
Question
Tadi malam aku memeluk tubuh bune Tutik. Sejak lumpuh akibat kecelakaan di Imogiri lalu, aku terbiasa dengan kesendirian. Bune Tutik, istriku telah memberikan kesetiannya yang luar biasa. Sepanjang upaya pengobatan dan penyembuhannku, ia tak pernah mengurangi cintanya. Apalagi Sabrina dan Demitrius, anak-anak kami yang bijak, yang berhasil memaknai musibah bapaknya sehingga tak ada ratap tangis. Karena itu, aku tidak takut sendirian. 22. Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan cerpen tersebut adalah... .*A. Orang pertama tunggalB. Orang pertama jamakC. Orang ketiga tunggalD. Orang ketiga jamak
Solution
Jawaban yang benar adalah A. Orang pertama tunggal. Ini karena narator cerita tersebut menggunakan kata "aku" yang menunjukkan bahwa cerita tersebut diceritakan dari sudut pandang orang pertama tunggal.
Similar Questions
Baca teks karangan di bawah ini dengan teliti. Irah membuka kelopak matanya perlahan-lahan. Kesedihan jelas terpancar di wajahnya apabila memikirkan lebaran yang akan menjelang dalam beberapa hari lagi. Dapatkah dia menyambut hari raya bersama keluarganya kelak? Irah menggagahi tubuhnya turun dari katil untuk menuju ke tandas. Irah mengamati wajahnya di cermin. Sayu hatinya melihat perubahan tubuhnya. Penampilan dirinya jauh berbeza. Pipinya yang dahulu gebu dan berisi kini cengkung. Berat badannya juga susut sebanyak sepuluh kilogram. Peristiwa yang berlaku seminggu lalu bermain di kotak fikirannya. “Shah, gerai itu ada jual ayam perciklah! Sudah lama aku tidak makan ayam percik. Temankan aku,” ajak Irah sambil menarik tangan teman rapatnya itu semasa mereka berjalan-jalan di sebuah bazar makanan. “Eh, betulkah kau hendak beli dari kedai ini? Aku tengok peniaga ini tidak menjaga kebersihan. Makanan yang disediakan tidak ditutup. Kau tengok, ada lalat yang hinggap! Eh, peniaga itu tidak mencuci tangan selepas bersin! Eee... gelinya aku! Kita cari gerai lainlah,” bisik Shah di telinga Irah. “Kau ini pembersih sangatlah. Memang dasar anak emak. Seekor dua lalat tidak akan membunuh sesiapa.” Tanpa menghiraukan kata-kata Shah, Irah pun membuat pesanan. Hati Shah tersinggung dengan kata-kata Irah, tetapi dia cuba bersabar dengan rakannya itu. “Irah, kau jangan ambil ringan tentang kebersihan. Kita harus pastikan makanan kita tidak tercemar dan disediakan dalam persekitaran yang bersih. Kita boleh jatuh sakit. Ingat sebelum kena!” ujar Shah lagi. Namun Irah tetap tidak menghiraukannya. Laungan azan yang berkumandang di radio menandakan sudah tiba waktu untuk berbuka. Irah tidak sabar memakan juadah yang telah dibelinya. Sejam kemudian, perutnya terasa amat sakit. Tandas rumahnya telah dikunjunginya beberapa kali. Badannya menjadi lemah-longlai dan tidak berdaya lagi. ”Cik Irah, kami terpaksa menahan Cik di hospital kerana disyaki keracunan makanan. Tubuh Cik Irah mengalami dehidrasi dan perlu dimasukkan ubat untuk menghentikan jangkitan tersebut. Mungkin Cik Irah perlu diawasi di hospital untuk beberapa hari lagi.” Kata-kata doktor muda itu membuat Irah menitiskan air mata. Ini bererti Irah terpaksa menyambut hari raya di hospital. Dia juga memandang kantung yang berisi cecair dan tiub panjang yang tersangkut di palang tepi katilnya. Dua objek penting yang telah disambung dengan jarum dan ditusuk di tangan kirinya kini menjadi pendamping setianya semenjak dia dimasukkan ke hospital. Irah tidak lagi bebas bergerak ke sana ke mari di hospital. Pergerakannya terbatas. ”Kalaulah aku mendengar nasihat Shah, pasti aku tidak akan berada di sini. Namun, penyesalanku kini sudah terlambat,” bisik hati kecil Irah.
Encik Dinesh mendapati sebungkus susu anak beliau yang dibeli dari kedai anda telah pecah sewaktu penghantaran oleh pihak kurier. Beliau telah memberitahu anda tentang masalah yang dihadapi dan memerlukan penyelesaian dengan secepat mungkin dari pihak anda. Jelaskan masalah sebenar dan beri penyelesaian kepadanya dengan sewajarnya.
Ketika seseorang di hatinya tidak diisi dengan keyakinan kepada Allah Swt., maka akibatnya akan masuk ke hatinya tuhan yang selain Allah Swt., mengapa bisa demikian?Select one:a.Hati orang mudah berbolak balik keyakinanb.Hati orang hanya ditempati satu Tuhanc.Orang mukmin Tuhannya hanya Allah Swtd.Orang mukmin Tuhannya harus Satu
Langit ungu muda. Tiada mega di kaki langit-kami merasa saat-saat itu memang segera akan sampai. Sembari berjalan kian kemari setelah mengenakan busana terbaik yang kami miliki, kami menikmati setiap detik dari saat kebahagiaan kami yang fana, karena kami belum lagi mengerti kebahagiaan macam apakah yang masih bisa kami dapatkan lagi dalam kehidupan yang abadi.Makna kata fana dalam kutipan cerpen tersebut adalah… .*A. tidak lamaB. tidak kekalC. tidak nyataD. tidak sempurna
Assalamualaikum Wr. Wb,Yang saya hormati, Ibu Kepala SekolahYang saya hormati, Bapak/Ibu Gurudan teman-teman yang saya cintai. Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, berkat karunia dan nikmat yang telah diberikan kepada kita semua, kita dapat berkumpul di pagi ini dalam keadaan yang sehat wal afiat.Terima kasih saya ucapkan atas waktu dan tempat yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato singkat saya. Saat ini Bangsa kita tengah menghadapi persoalan yang sangat serius, yaitu menurunnya moral di kalangan remaja. Banyak remaja yang sudah terpengaruh oleh sikap hidup hedonis dan kehidupan yang mengabaikan nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Lebih dari itu, dunia pendidikan sebelumnya memang hanya lebih mengutamakan pendidikan yang mengejar hasil berupa nilai daripada mendidik siswa agar mempunyai karakter yang baik dan mulia. Hal ini bisa dilihat dari berkurangnya jam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah. Oleh sebab itu, kita butuhkan saat ini adalah contoh pendidikan karakter agar dapat mengatasi permasalahan yang terjadi. Mari bersama-sama menjadi remaja yang lebih pandai dalam memilah serta menerapkan sikap positif. Dengan pidato yang saya sampaikan harapannya kelak generasi muda bersedia mempunyai visi besar dalam membangun bangsa ini. Saya juga berharap semoga apa yang akan saya sampaikan ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi saya sendiri dan kepada semua yang dapat hadir di tempat ini, terutama dalam hal menjaga sikap, perkataan, serta empati terhadap sesama.Demikianlah pidato singkat yang dapat saya sampaikan dan mohon maaf apabila ada perkataan yang tidak berkenan di hati. Wassalamu’alaikum Wr.WbBerdasarkan pidato persuasif tersebut, yang merupakan penguatan pernyataan posisi adalah…a.Saat ini Bangsa kita tengah menghadapi persoalan yang sangat serius, yaitu menurunnya moral di kalangan remaja.b.Oleh sebab itu, kita butuhkan saat ini adalah contoh pendidikan karakter agar dapat mengatasi permasalahan yang terjadi.c.Hal ini bisa dilihat dari berkurangnya jam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah.d.Dengan pidato yang saya sampaikan harapannya kelak generasi muda bersedia mempunyai visi besar dalam membangun bangsa ini.
Upgrade your grade with Knowee
Get personalized homework help. Review tough concepts in more detail, or go deeper into your topic by exploring other relevant questions.